Pages

Monday, July 20, 2015

Terimakasih, Tiga Tahun!

Alhamdulillah...tiga tahun sudah usia pernikahanku dan suami. Tiga tahun yang begitu berwarna dengan rupa-rupa tinta masalah dan kebahagiaan. Tiga tahun yang telah mencetak kenangan pedih dan indah secara bersamaan, yang dengannya hidupku menjadi lebih megah oleh cinta dan pengertian. Tiga tahun ini aku mengalami banyak hal-hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Untuk hal-hal baru yang kurang menyenangkan, aku berterimakasih ada engkau suamiku yang selalu menggenggam jemari dan mendekap lembut. Untuk hal-hal yang menakjubkan, aku berterimakasih pada engkau suamiku yang telah mengenalkan. Di atas segala rasa terimakasihku, terimakasih yang tak bertepi kepada Engkau Allah, Pencipta dan Penuntun kami. Terimakasih atas pengawasan dan keberadaanMu yang selalu terasa. Terima kasih atas doa dan harapan-harapan yang terkabul. Terimakasih atas cinta yang Engkau sematkan di relung hati kami. Terima kasih untuk semua nikmat karunia, anugerah dan kebahagiaan yang  Engkau taburkan untuk kami sekeluarga. Cenderungkan hati kami selalu kepadaMu. Jadikan keluarga kami keluarga yang sakinah mawaddah warahmah yang senantiasa bersyukur padaMu. Terimakasih atas kehidupan kebersamaan selama tiga tahun ini. Kadang-kadang, aku jdi malu dan susah untuk berkata-kata untuk semua hal yang mencengangkan ini.                                                       @Tampo, 17 Juli 2015 (Ulangtahun pernikahan)






Friday, July 10, 2015

Berkabung

Jiwa lembut itu telah dipanggil pulang 
Telah tenang keharibaan Sang Pencipta Tak ada satu makhlukpun yang kan bisa mengelak 
Takdir telah berkuasa atasnya 

Wajah damainya mewarnai wajah berkabung kami yang ditinggalkan
Namun keikhlasan akan mengantar perginya 
Semoga Ilahi Rabbi menempatkannya di tempat terbaik 

Engkau Allah sajalah tempat kami menyandarkan kepedihan 
Engkau Yang Maha Perkasa, Maha Mulia dan Maha Pengampun
 Ampunilah jiwa-jiwa kami yang kadang ingin berontak dengan keputusanMu 
Ampunilah jiwa ruh orangtua kami yang telah Engkau panggil ini

Ganjarlah ia dengan JannahMu Serta kesejahteraan dalam kuburnya.
 Amien.. 

@Tampo, 11 Juli 2015 
Ditinggal om tersayang, La Age

Thursday, July 9, 2015

Anak-anak Surga

Subuh tadi, anak-anak surga mengunjungiku. Bocah laki dan perempuan, lupa kuhitung jumlahnya. Rupa mereka begitu menawan, bersih, mengenakan jilbab dan peci. Dipandu adikku, Vina, anak-anak ini bersemangat tampil menghafalkan doa dan surat-surat pendek di depanku. Bapak tertawa-tawa di samping kananku. Sayang, karena aku memang kurang antusias mereka kuusir pergi. Setelah Vina mandi (di bak mandi yang bentuknya aneh,di salah satu sudutnya ada lubang yang ditutupi dengan batu akik hitam dan putih berkilau sebesar batu pondasi) dan pergi, anak-anak ini kembali berlarian di depan kamar. Lagi-lagi aku mengusir mereka, tapi ada satu anak perempuan berkulit putih berjilbab putih yang tidak bergeming.. Dia terus memandangiku dengan pandangan yang membuat jantungku berdebar aneh,berdesir halus dan entah kenapa membuat wajahku memanas. Ketika teman-temannya telah pergi, dia malah ngotot bersembunyi di balik ranjang dengan tetap menatapku. Aku mulai terpesona dengan kegigihannya dan membiarkannya tetap di sana hingga aku memutuskan mandi.Sebelumnnya seseorang dari luar kamar menyuruhku menyalakan saklar lampu yang keenam menyusul lima lainnya yang telah lebih dulu . Kemudian aku mandi dan membuka mata. Benarkah ada anak-anak dari surga?siapa mereka?
*dream







Saturday, June 27, 2015

Ungu Merah Cinta

Sumber gambar : Facebook  Architecture & Design
Di Brugge, Belgia... dinding-dinding dan atap rumah meng-ungu oleh bunga. Tanah-tanah di pinggir sungai memerah oleh kelopak-kelopak berguguran. Bisakah seindah ini cinta kita?meng-ungu memerah oleh sebab sayang dan amarah yang berguguran dari hati kita. Karena kadang yang layu mati pun tetap bermakna.

Melupa Tanya (Sebuah Catatan Pendek)

Hampir saja kutanyakan kau pada semesta. Namun semesta memberiku menit-menit yang membuai. Hingga tanya berkeping-keping menjadi butiran atom,  membentuk molekul, lalu menjelma energi, yang dengannya aku melupa pada tanya.