Pages

Wednesday, March 25, 2015

Istirahat Bukan Tidur, Tapi Pulang

Engkau tau semakin jauh aku berjalan memunggungiMu. Biarlah kali ini aku merayap menuju pintuMu. Kau tahu betapa aku ingin masuk. Dijamu dan memperhatikan.

Dijamu dalam keindahan syahdu malam yg tenang, dalam kedamaian yang menyentuh seluruh relung dan dalam kenikmatan menjadi hamba yg menghiba 

Memperhatikan bagaimana semua anugerah itu membius kesadaran menghamba yang serta merta mengagungkan keMahaBerkehendakMu atas insan yang baru menyadari bahwa sesungguhnya perjalanan yang memunggungiMu telah melelahkan hati, juga hidupnya. 

Saat itu barulah diri dan jiwa ini meyakini bahwa sejatinya istirahat dari pikuk dunia bukanlah dari memejamkan mata dalam tidur (toh, kadang-kadang tidur terlalu lama juga bisa membebani jasad). 
Sungguh, istirahat yang sesungguhnya adalah memulangkan ruh kepunyaanMu ke haribaanMu dalam shalat dan munajat yang menghentak air mata. 

Permata Anawai @ 26 Maret 2015 
*lama tak pulang di sepertiga malam

Sunday, March 22, 2015

Maaf, Kami Tak Mempersilahkanmu Masuk.

Maaf, malam ini kami tak mempersilahkanmu masuk. 
Biarlah dari balik tirai ungu kamar saja kudengar suara tangismu berlomba memecah sunyi 
Telah kami pilih wangi indah esok pagi tanpa perlu mengutukmu 
Maaf, kami tak butuh kunjunganmu 
Hati dan pintu telah kami tutup 
Pergi saja 
Atau tetaplah di balik dinding. 
Jeritmu tak berguna! 

 *tikus 
**bersama rasa geram

Wednesday, March 18, 2015

Rayu Pilu

Rupamu terlukis di awan siang ini
Abu-abu melayang di langit
Medayu-dayu merayu 
Seketika hatiku pilu
Perih mengingat setiap kata dan laku
Yang ajaibnya kau tawarkan lagi 
Janjimu kau ulang lagi
Menyentuh menggores ngilunya rasa
Semesta hatiku meragu
Telah benar kembalikah dirimu kini?

@suddenly in PA






Monday, March 16, 2015

Maret Seleret

Denganmu, Maret menjadi seleret
Seharmoni lagu berderet-deret
Menjadikan angin dan pohon mengkeret
Kulihat indah dan jiwamu melengket
Memukau!

@moment in the office

Tuesday, February 24, 2015

Kamuflase Ikhlas (Sebentuk Refleksi Diri)

Begitu banyak doa indah yang dilantunkan teman, sahabat, kenalan dan keluarga di hari istimewa di mana genap masanya jatah usiaku di dunia berkurang, kemarin. Semoga doa-doa itu kembali mewujud dalam kehidupan mereka yang ikhlas tulus meluangkan perhatian untukku. Di antara sekian doa, yang paling menarik hati adalah soal keikhlasan. Rasanya maluuu sekali diri ini, yah memang...soal kadar ikhlas ini cuma aku dan Allah sendiri yang tahu benar. Bahkan terkadang, aku sendiri pun terjebak dengan pengakuan diri sebagai seorang yang ikhlas tetapi pada prosesnya setan tak berhenti menggiring ke arah sebaliknya. Sedikit demi sedikit, dengan cara yang paling halus dan menipu. Kamuflase ikhlas semata akhirnya pun tak disadari bercokol. Dan terima kasih buat mereka, orang-orang terkasih yang mengingatkan melalui doa indahnya. Semoga keikhlasan kita semua dijaga oleh Allah. Memang tak mudah untuk selalu menjadi pribadi ikhlas, tapi itu bukan hal yang mustahil.

_refleksi hari lahir_