Pages

Saturday, June 27, 2015

Ungu Merah Cinta

Sumber gambar : Facebook  Architecture & Design
Di Brugge, Belgia... dinding-dinding dan atap rumah meng-ungu oleh bunga. Tanah-tanah di pinggir sungai memerah oleh kelopak-kelopak berguguran. Bisakah seindah ini cinta kita?meng-ungu memerah oleh sebab sayang dan amarah yang berguguran dari hati kita. Karena kadang yang layu mati pun tetap bermakna.

Melupa Tanya (Sebuah Catatan Pendek)

Hampir saja kutanyakan kau pada semesta. Namun semesta memberiku menit-menit yang membuai. Hingga tanya berkeping-keping menjadi butiran atom,  membentuk molekul, lalu menjelma energi, yang dengannya aku melupa pada tanya.






Monday, June 22, 2015

DI BALIK PINTU, ADA KAU! (2)

"Hei, baik-baikkah keadaanmu kini?" Dalam diam hening cerita kita
Tetiba saja, ingatan tentangmu menjadi terang

Kau tahukah, aku lagi-lagi ingin bertemu
Berkisah kepedihan juga kebahagiaan yang menemani
Agar kau tak perlu risau, tentang diriku yang jauh
Inginku percaya, kau pun selalu tersenyum, tanpaku.

 Raha @ 09 Juni 2015

DI BALIK PINTU, ADA KAU!

DI BALIK PINTU, ADA KAU!
: Sekadar rindukah?
Kubuka pintu, ada kau

Memori tentangmu bermain di suatu ruang tak bernama
Mungkin bernama kenangan, mungkin juga ingatan
Tak ada percikan emosi, datar saja
Memaksa hatiku bertanya,
"Ada apa denganmu?"
"Apa butuhmu hingga mengunjungiku?"

Tak ada kata, hanya senyap bayangan menari-nari
 Lalu gambarmu buram akhirnya pecah oleh kristal air
Sempat kudengar bisik hati kecilku "Mengapa kau selalu tahu kalau akan hadir nelangsa?"
"Apakah kau hendak menepati janji akan selalu menemani pedihku?"
Melihat hatiku jerih akan pilihan hidupku
Ataukah kau hanya sekedar merindukanku?
Namun terlalu nyata jika fisikmu hadir
Atau terlalu ilusif?
Ah, kapan kau akan benar-benar pergi?

P.A @14 Mei 2015

Sunday, June 21, 2015

Kalah

Telah kalah aku 
Kalah oleh perasaan geram dan harapan yang berlebihan 
Kalah aku oleh nafsu untuk marah 
Seperti kalahnya aku oleh perasaan sedih dan kecewa juga sesal 
Yang membungkus jiwaku 

Tapi kemudian qalbuku bertanya menyindir 
Apakah kau,wahai ruh...adalah ego dan perasaan-perasaan itu 
Apakah kau lemah karena amarah, geram, kesal, pedih kecewa juga sesal?!! 

Sesungguhnya kau di atas semua itu 
Sesungguhnya kau bukan jasad itu
Kau jiwa ruh yang bebas 

Bebaskanlah dirimu dari segala yang menyakitkan itu 
Naiklah di ketinggian kesadaran ilahiah 
Lalu kau akan merasa semua bukanlah apa-apa

Maka apa yang tersisa setelah itu dapat juga kau rengkuh
Sebagai jalan kebahagiaan hakiki 
Tak ada satu pun yang bisa menghalangimu merasakan dekatnya Illahmu 

 Laa ilaha ilallah! 
Allahu Ghafur.. .
Allahu latief 
Allahu Akbar! 

Permata Anawai @21 juni 2015, day 4 Ramadhan 1436H